Kamis, 30 Oktober 2014 - 15:24 WIB

0 Blogger

Facebook

Tiga Kemungkinan Penyebab Wasit Novari Ikhsan Sangat Buruk

Kepemimpinan wasit kembali mendapat sorotan usai laga Semen Padang menghadapi Arema yang berakhir dengan skor imbang 2-2 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (29/10).

Adalah wasit Novari Ikhsan yang kali ini dikecam banyak pihak menyusul keputusan kontroversialnya pada laga tersebut. Saat laga baru berjalan beberapa menit wasit langsung mengambil keputusan aneh.

Osas Saha terkapar dihadang Kurnia Meiga yang menjadi orang terakhir saat itu. Kaki Kurnia Meiga jelas nakal mengentikan pergerakan Osas Saha, sementara bola sendiri tidak kena, malah boca lob terus bergerak kearah gawang hingga akhirnya dibuang bek. Hanya menghasil tendangan sudut. Tekel kotor Meiga dianggap play-on.

Pada hal Laws of The Game FIFA jelas menyatakan tekel yang berbahaya adalah pelanggaran yang serius. Tidak hanya itu, kaki Meiga mengarah ke kaki lawan bukan pada bola. Diperparah dengan Meiga adalah orang terakhir. Dikompetisi mana saja ini sudah berbuah kartu merah.

Pelanggaran Victor Igbonefo kepada Esteban Viscarra di dalam kotak penalti pada masa injury-time juga dibiarkan wasit. Padalah tekel dilakukan dari belakang dan menggunakan dua kaki.

Sebenarnya ada beberapa kemungkinan yang membuat wasit terlihat menghidarkan Arema dari kekalahan. Pertama bisa jadi wasit ini murni blunder. Keputusannya yang salah menyebabkan persepsi berbeda bagi orang lain.

Kemungkinan kedua adalah ada tekanan dari pihak tertentu yang berada dalam lingkaran kekuasaan yang menginginkan Arema yang lolos ke semifinal. Pihak ini mungkin saja punya kuasa memecat atau memperkerjakannya.

Yang ketiga adalah ada pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Semen Padang yang notabene dicap alumni IPL - apa lagi pernah juara- untuk melangkah lebih jauh. Pihak-pihak ini mulai menekan wasit Novari Ikhsan.

Biar bagaimanapun, walau hanya 1 musim bermain penuh di IPL dan tampil sebagai juara ditambah lolos ke perempat final AFC Cup menjadikan Semen Padang dianggap maskot kesuksesan Liga Prima Indonesia. Inilah yang tidak mereka inginkan.

Mau ditaruh dimana muka mareka jika SP menang, lolos ke semifinal dan ketemu runner-up yang kemungkinan juga akan bisa diatasi SP. Apa jadinya tim eks liga tarkam IPL mengalahkan tim papan atas ISL.

Selengkapnya ...
0 Blogger

Facebook

Dua Keputusan Wasit Novari Ikhsan Sangat Merugikan Semen Padang

Wasit yang memimpin pertandingan terakhir antara Semen Padang menghadapi Arema yang dilangsungkan Rabu (29/10) di Stadion H. Agus Salim menuai kontoversi. Pertandingan ini berakhir imbang 2-2 yang membuat Semen Padang gagal lolos ke semifinal.

Buruknya kinerja wasit yang enggan memberi pelanggaran yang sudah jelas -tidak perlu diperdebatkan- memunculkan banyak tudingan. Selain tudingan kepada wasit, Arema juga menjadi sasaran. Pasalnya bukan kali ini saja pertandingan Arema penuh kontroversi. Pada beberapa pertandingan penting Arema selalu diuntungkan keputusan wasit. Semen Padang sendiri juga pernah mendapatkan perlakuan serupa pada pertemuan pertama babak 8 besar.

Keputusan janggal pertama wasit Novari Ikhsan ketika memimpin laga Semen Padang vs Arema sudah terlihat sejak menit-menit awal. Keputusan ini membuat Semen Padang kehilangan fokus dan kebobolan lebih dulu, padahal saat itu momentum sedang berada diklub berjuluk Kabau Sirah ini.

Osas Saha yang lolos dari jebakan off-side tinggal berhadapan dengan kiper Arema, Kurnia Meiga. Osas melepaskan bola lob yang tak terjangkau, ingin menuntaskan bola ke gawang yang sudah kosong, Osas Saha terjengkang dihadang kaki Kurnia Meiga diluar kotak penalti. Padahal saat itu bola sudah lewat.

Osas Saha terbaring kesakitan dilapangan memegang pangkal pahanya. Tidak ada keputusan apa-apa dari wasit. Pertandingan tetap play-on. Sembari Osas kesakitan bola lob-nya berhasil dibuang bek Arema dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Keputusan ini jelas keliru. Dibelahan dunia manapun pelanggaran oleh orang terakhir adalah kartu merah terlebih tackle tidak mengenai bola, hanya mengenai kaki yang membuat lawan cedera. Keputusan ini menuai kecaman dari pengamat sepakbola.

Kejadian serupa pernah terjadi pada Samsidar, kiper timnas Indonesia ketika bertandang ke Bahrain. Kala itu Samsidar orang terakhir yang menjatuhkan pemain lawan. Tanpa basa basi wasit langsung memberikan kartu merah. Kebetulan kejadiannya dikotak penalti, pelanggaran ini juga berbuah penalti. Indonesia akhirnya dibantai 10-0 oleh Bahrain.

Keputusan kedua yang juga merugikan Semen Padang adalah pelanggaran Victor Igbonefo kepada Esteban Viscarra pada injury-time babak kedua. Kala itu Semen Padang mendapatkan tendangan bebas, dan mendarat dikaki Estevan Viscarra yang berdiri bebas dan on-side. Tiba-tiba datang Victor Igbonefo melakukan tackling dari belakang menggunakan dua kaki.

Aturan sepakbola jelas menerangkan bahwa jika tackle dari belakang apalagi "menggunting" itu sangat berbahaya. Pemain yang melakukan tackle dari belakang terlebih dua kaki lazimnya langsung diberi kartu kuning atau merah. Dalam Laws of The Game FIFA dengan jelas menyebutkan tackle berbahaya merupakan sebuah pelanggaran serius.

Pelanggaran ini menjadi sangat merugikan karena wasit terlihat sangat melindungi Arema dari kekalahan. Saat itu skor imbang 2-2, sangat riskan bagi wasit memberikan penalti untuk Semen Padang. Mengaku tidak melihat usai pertandingan, padahal sempat berkonsultasi dengan asistennya perihal pelanggaran ini. Namun  tidak ada keputusan apa-apa. Apa kedua wasit ini tidak melihat?

Coba perhatikan screenshoot berikut. Jika dari samping tidak ada pemain yang menghalangi wasit untuk melihat dan juga dari arah tengah juga sangat luang.


Melihat sejumlah keputusan aneh yang diambil wasit ketika memimpin laga Arema tak heran banyak pihak menuding semua sudah diatur atau Arema bermain dengan wasit.

Pendukung tim mana yang tidak kesal timnya dicurangi secara terang-terangan bahkan tidak hanya pada satu pertandingan? hanya pendukung bodoh yang diam saja melihat timnya dicurangi seperti ini. Kejadian tak mengenakkan akhirnya terjadi di stadion.

Penonton marah melihat gelagat jahat wasit yang memimpin pertandingan. Botol minuman mulai menghujan sisi lapangan. Usai laga, Bis Arema dilempari hingga pecah beberapa bagian kacanya, pemain Arema dan Aremania sempat tertahan di Stadion.

Ini sebagai bukti kemarahan penonton atas tindakan pihak-pihak tertentu yang telah mencederai semangat fair-play. Sebuah kemarahan yang sangat beralasan dari penonton.

Sekarang terserah Komdis, mau memberikan sanksi apa karena sebelum laga sejumlah ancaman telah disiapkan Komdis jika penonton berulah pada laga ini, dan memang terjadi. Apapun itu, kami siap menerimanya. Timpakanlah kebobrokan kalian kepada kami, tanpa pernah mau berkaca.

Selengkapnya ...

Selasa, 28 Oktober 2014 - 12:39 WIB

0 Blogger

Facebook

Semen Padang Minta Suporter Jaga Sikap Saat Jamu Arema

Semen Padang Minta Suporter Jaga Sikap Saat Jamu Arema. Semen Padang meminta suporter menjaga sikap saat Semen Padang menjamu Arema Cronus dalam laga terakhir baak 8 besar ISL, Rabu (29/10) sore.

Hal ini menyusul keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan sanksi denda Rp.50juta akibat terjadinya pelemparan botol dan benda-benda lainnya kelapangan saat pertandingan Semen Padang vs Persib dua bulan yang lalu.

"Sesuai dengan hasil keputusan dari Komisi Disiplin PSSI, Panpel SPFC harus menerima sanksi atas kejadian pada pertandingan Semen Padang FC Vs Persib Bandung pada 15 Agustus lalu." jelas Media Officer Semen Padang Ronny J. Suhatril.

Selain itu Komdis juga memberikan peringkatan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pada laga Semen Padang vs Arema. Jika terulang kembali Semen Padang terancam denda lebih besar dan bertanding tanpa penonton.

“Selain denda tersebut, dalam pemberitahuan itu, SPFC juga terancam akan bertanding tanpa penonton dan denda yang lebih besar jika hal yang sama terjadi lagi pada saat pertandingan melawan Arema Cronus." lanjutnya.

Untuk menghindari kejadian serupa kembali terjadi, Koordinator Suporter Semen Padang Win Bernadino telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan suporter.  Pada pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Spartacks, The Kmers, Ultra West Sumatra, Fakasima, dan sejumlah kelompok lainnya disepakati komitmen untuk memberi dukungan dengan baik.

Kelompok suporter yang hadir juga sepakat membagi-bagikan bendera kepada penonton dan mengajak mendukung tim dengan cara yang baik sebagai bentuk kepedulian kepada Semen Padang FC.

Selengkapnya ...
0 Blogger

Facebook

Semen Padang Wajib Menang vs Arema Jika Ingin Lolos Semifinal

Semen Padang Wajib Menang vs Arema Jika Ingin Lolos Semifinal. Semen Padang FC akan menjalani laga wajib menang untuk mengamankan tiket ke semifinal saat menjamu Arema Cronus, Rabu (29/10) pulul 15.30WIB di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Pada pertandingan yang dijadwalkan akan disiarkan secara langsung di RCTI ini Semen Padang wajib menang atas Arema karena saat ini poin Semen Padang sama-sama 9 dengan Persipura yang pada waktu bersamaan akan bertandang ke markas Persela Lamongan.

Jika Semen Padang menang atas Arema, apapun hasil laga antara Persipura sudah tidak berpengaruh. Namun jika kalah, Semen Padang terancam gagal lolos jika Persipura imbang atau menang lawan Persipura.

Pada pertemuan pertama babak 8 besar yang lalu di Stadion Kanjurhan, Arema berhasil menang 2-1 dari Semen Padang.

Secara posisi Arema juga tidak aman, walau saat ini berada dipuncak klasemen namun selisih poin Arema hanya 1 poin dari Persipura dan Semen Padang. Minimal Arema harus meraih hasil imbang pada laga ini.

Jika kalah, dan disaat bersamaan Persipura menang atas Persela maka klub berjuluk Singo Edan ini akan tersingkir.

Begitu ketatnya persaingan masing-masing grup dibabak 8 besar ini membuat setiap klub harus mencegah kehilangan poin seminimal mungkin. Selisih poin yang tipis memungkinkan peluang lolos atau gagal sama besar.

Selengkapnya ...

Senin, 27 Oktober 2014 - 16:43 WIB

0 Blogger

Facebook

Kisah Pengaturan Skor Sepakbola Indonesia

PSS Sleman dan PSIS Semarang bukanlah klub pertama di Indonesia yang memainkan sepakbola gajah. Sepakbola bahkan pernah dilakukan tim-tim besar negeri ini.

Tahun 1988 terjadi sepakbola gajah di Surabaya. Kala itu pada 21 Februari 1988. Kala itu Persebaya menjamu Persipura. Rivalitas dengan PSIS, membuat Persebaya menjalankan apa yang mereka akui sebagai strategi dengan "mengalah" 0-12 dari tamunya. Hasil ini membuat sang rival PSIS Semarang gagal lolos ke 6 besar.

Dendam lama, pada final edisi 1988 menjadi pemicu rivalitas ini. Kala itu PSIS tampil sebagai juara setelah mengalahkan Persebaya. Meski dikecam publik, termasuk juga Gubernur Jawa Timur saat itu Wahoho kecewa dengan permainan yang ditunjukan oleh skuad Bajul Ijo.

Usai menyingkirkan PSIS, Persebaya akhirnya tampil sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta di partai puncak yang digelar di Senayan.

Pada edisi 1986, terjadi Sepakbola Gajah antara Persib Bandung dan Perseman Manokwari.  Akhirnya laga itu berakhir dengan skor 6-0 dan dua tim ini lolos ke final. Perseman Manokwari yang tempil perkasa pada 4 laga sebelumnya tiba-tiba melempem saat menghadapi Persib yang butuh kemenangan besar untuk lolos ke semi-final. Enam gol ini semuanya terjadi pada babak kedua.

Ya, Persib harus menang sebesar-besar nya sekira tak mampu dikejar oleh kemenangan Persija atas PSIS (keesokan harinya diketahui skor 3-0) dan PSMS Medan menghadapi PSM Makaasar (keesokan harinya hasilnya 0-1).

Muncul dugaan, pelatih Perseman Paul Cunming sengaja menurunkan pemain lapis kedua untuk menyingkirkan Persija yang bermain keras terhadap mereka pada laga sebelumnya. Perseman dituding telah berbuat tidak fair dengan sengaja memberikan kemenangan besar buat Persib untuk menutup jalan Persija dan PSMS ke final.

Di babak final Persib kembali bertemu dengan Perseman, Persib akhirnya keluar sebagai juara lewat gol tunggal Djadjang Nurdjaman.

Namun kasus diatas tidak separah yang terjadi belakangan ini, walau tetap termasuk pengaturan skor tapi mengalah lebih terhormat karena yang cetak gol adalah pemain lawan yang juga butuh kemenangan daripada mengalahkan diri sendiri dengan gol bunuh diri.

Apa yang terjadi antara PSS Sleman dengan PSIS Semarang lebih parah lagi. Kedua tim sama-sama tidak ingin menang. Kita bisa bayangkan menonton dua tim yang sama-sama tidak ingin menang atau lebih cendrung ingin kalah?

Yang ada adalah anda akan kesal. Tak hanya itu diakhir pertandingan kita disuguhi 5 gol bunuh diri yang berakhir dengan kemenangan PSS Sleman 3-2. Sejujurnya bagi PSS Sleman ini adalah kekalahan, kemenangan milik PSIS Semarang. Target mereka adalah kalah bukan menang.

Jika ingin menelusuri sepakbola gajah yang mirip dengan pertandingan PSS Sleman dan PSIS Semarang tentu kita akan sangat mudah mengingatnya.  Belum terlalu lama, pada Piala Tiger tahun 1998 (kini disebut Piala AFF).

Indonesia dan Thailand sedang bertanding dan sama-sama tidak ingin menang karena menghindari tuan rumah Vietnam. Mursyid Effendi akhirnya menjadi "pahlawan" bagi Indonesia setelah gol bunuh dirinya membuat Indonesia kalah 2-3. Indonesia dan Thailand akhirnya didenda dan Mursyid Effendi dilarang bermain disepakbola internasional seumur hidup.

Benar kata lagu : Sejarah Mungkin Berulang. Namun sejarah buruk seperti ini seharusnya tidak terulang lagi jika sistem yang dibangun tidak memungkinkan itu terjadi.

Selengkapnya ...
------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------ ------------------------
Lainnya
JADWAL
PEMAIN
SUSUNAN PEMAIN
 
Semen Padang FC:Hasil ISL 2014 : Jadwal:
Saksikan Pertandingan Semen Padang Disaluran Berikut :